Esensi Pembiasaan di MTsN 10 Jember ( Menanam Nilai, Menumbuhkan Jiwa di MTsN 10 Jember) oleh : Ihsanuddin
Di MTsN 10 Jember, pagi bukan sekadar pergantian waktu dari gelap menuju terang. Pagi adalah ruang pendidikan yang sesungguhnya. Di saat mentari mulai mengintip, satu per satu siswa datang dengan langkah yang masih menyisakan kantuk, namun disambut hangat oleh guru piket di gerbang madrasah. Sapaan sederhana, senyum tulus, dan jabat tangan penuh doa menjadi awal yang tidak ternilai. Di situlah pembiasaan dimulai—bukan hanya rutinitas, melainkan penanaman nilai.
Setelah menaruh tas di kelas masing-masing, siswa tidak berlama-lama. Mereka bergegas menuju musola untuk mempersiapkan sholat duha. Guru piket mengatur shaf dengan penuh perhatian, memastikan barisan lurus dan rapi. Guru-guru yang lain turut mendampingi, bukan sekadar mengawasi, tetapi ikut berdiri dalam barisan, menata niat, dan menegakkan sholat bersama. Di momen itu, batas antara yang mengajar dan yang diajar menjadi tipis. Semua sama-sama hamba yang bersujud.
Sholat duha bukan hanya ibadah sunah yang dilaksanakan karena jadwal. Ia adalah latihan kedisiplinan, ketenangan, dan kesadaran spiritual. Siswa belajar bahwa sebelum ilmu dunia dikejar, hati harus ditautkan lebih dahulu kepada Pemilik Ilmu. Guru pun menyadari bahwa keteladanan jauh lebih kuat daripada seribu nasihat. Ketika guru hadir dari awal hingga akhir, tanpa alasan menyelesaikan pekerjaan lain, di situlah pendidikan karakter menemukan maknanya.
Usai sholat duha, kegiatan dilanjutkan dengan doa, dzikir dan hafalan surat-surat pendek. Lantunan ayat suci terdengar serempak, ada yang masih terbata, ada yang sudah fasih. Setiap huruf yang diucapkan adalah investasi akhlak dan iman. Khusus hari Kamis, ada kegiatan GEMMA Sebulan—Gerakan Menghatamkan Al-Qur’an sebulan. Pada hari Jumat, surat Yasin dibaca bersama, menguatkan ruhiyah seluruh warga madrasah. Suasana menjadi syahdu, bukan karena kewajiban semata, tetapi karena kebersamaan dalam ibadah.
Di sela-sela itu, ada siswa yang dengan kesadaran sendiri membersihkan halaman madrasah. Tanpa disuruh, tanpa diperintah, mereka memungut sampah, merapikan lingkungan. Ada pula yang duduk membaca Aqidatul Awam, memperdalam pemahaman akidah. Sebagian guru lainnya membantu mengecek siswa yang belum ke musola, mengingatkan dengan cara yang baik. Inilah buah dari pembiasaan tumbuhnya kesadaran, bukan sekadar kepatuhan.
Semua berjalan dalam sistem yang tertata. Imam sholat sudah terjadwal. Guru piket terjadwal. Setiap peran jelas dan dijalankan dengan tanggung jawab. Namun yang membuat kegiatan ini hidup bukanlah jadwal itu sendiri, melainkan keikhlasan di baliknya. Guru memiliki tanggung jawab bukan hanya hadir secara fisik, tetapi hadir dengan hati. Bukan sekadar ikut berdiri dalam shaf, tetapi menjadi teladan dalam kekhusyukan. Bukan sekadar mengawasi hafalan, tetapi menunjukkan cinta pada Al-Qur’an.
Pembiasaan sejatinya adalah proses panjang membentuk karakter. Ia tidak selalu terlihat hasilnya dalam sehari atau seminggu. Namun seperti tetesan air yang mengikis batu, kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus akan membentuk pribadi yang kokoh. Siswa belajar disiplin karena datang tepat waktu. Mereka belajar tanggung jawab karena memiliki peran. Mereka belajar kebersamaan karena berdiri dalam satu shaf. Dan yang paling penting, mereka belajar bahwa hidup harus dimulai dengan mengingat Allah.
Tidak ada alasan untuk mendahulukan pekerjaan administratif atau urusan lain sebelum pembiasaan selesai. Pekerjaan bisa menunggu, tetapi pembentukan karakter tidak boleh ditunda. Ketika guru konsisten mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, ia sedang mengirim pesan yang kuat bahwa ibadah dan akhlak adalah prioritas utama.
MTsN 10 Jember tidak hanya mengajarkan mata pelajaran, tetapi menghidupkan nilai. Pembiasaan pagi adalah fondasi yang menguatkan seluruh proses pembelajaran. Dari gerbang madrasah hingga doa penutup, setiap langkah adalah pendidikan. Dan di sanalah esensinya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh iman, indah akhlak, dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai hamba dan pemimpin masa depan.
Pembiasaan bukan rutinitas kosong. Ia adalah napas madrasah. Ia adalah ruh pendidikan. Dan selama guru dan siswa menjalaninya dengan keikhlasan, insyaAllah keberkahan akan senantiasa menyertai setiap langkah di MTsN 10 Jember.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MTsN 10 Jember Buka PMBM Tahun Pelajaran 2026/2027, Sediakan Kuota 128 Siswa
Balung, Jember – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Jember resmi membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan total kuota sebanyak 128 sis
Menumbuhkan Jiwa Religius dan Disiplin di MTsN 10 Jember Lewat Rutinitas Harian (MTsN 10 Jember Sebagai Madrasah Relegius dan Disiplin)
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Jember merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, namun juga berupaya keras membentuk karakter pe
PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA DIDIK TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Berdasarkan hasil Rapat Pleno Dewan Guru MTs Negeri 10 Jember yang dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2025 tentang penetapan kelulusan peserta didik kelas IX Tahun Pelajaran 2024/2025, de
Majalah Digital Matsanseba Edisi Perdana
Majalah digital "MATSANSEBA" merupakan wadah untuk menuangkan kreatifitas dalam berliterasi bagi warga MTsN 10 Jember. Sekaligus sebagai media informasi dan pengetahuan bagi masyarakat
INTEGRASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM HUMANIS DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
INTEGRASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM HUMANIS DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL ARIF, M.Pd Email: arifsugiantoro851@gmail.com Abstrak Untuk mencapai tujuan pendid
PRAKSIS PENDIDIKAN YANG DIALOGIS
PRAKSIS PENDIDIKAN YANG DIALOGIS ARIF, M.Pd arifsugiantoro851@gmail.com Pendidik Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10 Jember ABSTRAK Perkembangan dunia dewasa ini menja
MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 10 JEMBER
MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 10 JEMBER ARIF, M.Pd arifsugiantoro851@gmail.com Pendidik Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10 Jember
PANDEMI COVID-19 MENGUJI KEPROFESIONALISME PENDIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 10 JEMBER
PANDEMI COVID-19 MENGUJI KEPROFESIONALISME PENDIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 10 JEMBER ARIF, M.Pd arifsugiantoro851@gmail.com Pendidik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10 Jember
INFO PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2021
SELAYANG PANDANG Berdasarkan surat keputusan menteri Agama Republik Indonesia Nomor 906 Tanggal 25 Oktober 2017, secara yuridis formal madrasah ini diakui keberadaannya sebagai madrasah
